Mengenal dan Memahami Karakter Pasif-Agresif

Marah tapi senyum, sedih tapi terlihat gembira. Begitulah karakter orang pasif-agresif.

Dalam kehidupan sehari-hari, Anda mungkin akan bertemu dengan orang berkarakter pasif-agresif. Biasanya mereka cenderung menghindari konflik, karena ketika mengalami masalah, orang akan dibuat bingung.

Mengenal dan Memahami Karakter Pasif-Agresif

Karakter ini akan menunjukkan kemarahan, perilaku yang tidak diinginkan, dan tampak tidak beralasan. Mereka tidak secara terbuka bertindak marah atau meluapkan amarah, tetapi memproyeksikan kemarahan lewat tatapan mata, mengabaikan sapaan, atau berpapasan tapi pura-pura tak melihat.

Ada beberapa tanda seseorang pasif-agresif. Misal, mereka tidak memperlihatkan perasaan yang sebenarnya secara terbuka.

Mereka akan berkata ya, padahal maksudnya tidak. Mereka juga akan tampil manis dan menyenangkan, padahal sedang sangat marah.

Mereka juga sering mengeluh diperlakukan tidak adil. Berucap bahwa orang lain terlalu keras pada diri mereka, tidak masuk akal, dan terlalu menuntut. Diam adalah ekspresi mereka saat marah terhadap orang lain.

Cara untuk menutupi rasa ketidakmampuan mengungkapkan emosi adalah menggunakan superioritas, penghinaan, atau bermusuhan.

Penyebab pasti seseorang mempunyai perilaku pasif-agresif salah satunya berasal dari faktor biologis dan lingkungan. Para ahli percaya bahwa perilaku ini berawal dari masa kecil, gaya pengasuhan, dinamika keluarga, dan pengaruh masa kecil lain yang mungkin merupakan faktor pendukung.

Pelecehan, pengabaian, dan hukuman anak juga dapat menyebabkan seseorang mengembangkan perilaku pasif-agresif. Nilai diri yang rendah juga dianggap mengarah pada jenis perilaku ini.

Saat menghadapi orang seperti ini, Anda mungkin merasa seperti naik roller coaster emosional. Sebab, karakter seperti ini dapat membuat orang lain frustrasi, menghabiskan energi, hingga memancing kemarahan.

Saat menginginkan sesuatu, orang dengan karakter pasif-agresif enggan meminta. Mereka akan merajuk sedemikian rupa sampai orang lain menawarkan apa yang diinginkan.

Karakter pasif-agresif memang tidak menjadikan seseorang jahat atau buruk, hanya memang mereka selalu merasa menjadi korban.

Perilaku pasif-agresif juga terjadi saat seseorang susah mengatakan tidak. Mereka ingin menyenangkan orang lain, mereka mungkin takut ditolak, atau mereka sama sekali tidak ingin mengecewakan, sehingga mereka terus-menerus mengatakan ya saat dalam hati mengatakan sebaliknya.

Pengobatan

Yang mendasari penyebab perilaku pasif-agresif itu faktor kesehatan psikologis. Jadi, kondisi itu bisa disembuhkan oleh terapis atau profesional kesehatan mental lain melalui konseling.

Terapis akan membantu orang untuk mengatasi kemarahan, dendam, atau masalah harga diri yang rendah yang mungkin berkontribusi pada perilaku pasif-agresif. Akan diajarkan juga bagaimana melihat situasi secara obyektif dan bagaimana memecahkan masalah dengan cara sehat.

Adapun hal kecil yang bisa dilakukan setiap hari, seperti menyadari tingkah laku, berpikir jernih sebelum bertindak, menenangkan diri sebelum bereaksi terhadap situasi yang mengesalkan, selalu optimistis, dan bersikap jujur, serta mengekspresikan perasaan dengan cara sehat.

Menghadapi orang pasif-agresif

Saat berhadapan dengan orang pasif-agresif, kenali perilakunya dan diskusikan masalah yang ada. Sebab, perilaku ini terjadi karena adanya masalah yang berakhir dengan permusuhan.

Rekan kerja yang selalu mengatakan "ya" tapi sebenarnya berarti "tidak" mungkin takut kehilangan pekerjaan mereka, jadi mereka bilang "ya" bahkan ketika mereka memiliki beban pekerjaan yang lebih dari biasanya.

Ketika hal itu terjadi, mereka mungkin merasa marah pada diri sendiri, pada atasan yang tidak sadar bahwa ia sudah banyak bekerja tapi tidak dihargai.

Untuk mulai bicara, tetaplah tenang. Tempatkan diri pada posisi mereka agar tahu bahwa Anda paham dan akan membantu.

Tetaplah bersikap baik dan jadilah sosok yang pengertian. Kenali bahwa perilaku pasif-agresif adalah masalah yang sebenarnya tidak diinginkannya.

Hindari nada menghakimi, karena akan membuat orang menjadi defensif dan mungkin menjadi lebih marah. Saat si pasif-agresif mulai bicara, dengarkan. Sering kali perilaku ini muncul karena merasa tidak ada yang mau mendengarkan atau tidak bisa dipahami orang lain.

0 Response to "Mengenal dan Memahami Karakter Pasif-Agresif"

Post a Comment